Kakek ini kewalahan hadapi gadis cantik ini di malam pertama sampai minta cerai!

Kakek ini kelawahan hadapi gadis cantik ini di malam pertama sampai minta cerai

Pernikahan kakek alias si Abah Sarna dengan Noni Novita di Subang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu menghebohkan warganet.

Maklum, si kakek dan si gadis usia mereka terpaut sangat jauh. Abah Sarna telah berumur 78 tahun, sementara Noni Novita baru 17 tahun.

Melansir kanal YouTube Glory Garuda si Abah Sarna menceritakan awal terpikat dengan gadis pujaannya tersebut.

Ia mengaku sering berjumpa Noni sewaktu membeli bensin eceran di kediaman orang tua Noni.

Abah Sarna lantas memberanikan diri menanyakan langsung kepada Umyati (55) dan Taslim (56), bapak-ibunya Noni.

Kakek tersebut sudah lama mengenal Umyati dan Taslim.

“Ari ieu budak saha (ini anak siapa)?”kata Abah Sarna menceritakan kembali kisahnya saat itu.

Sejak itulah Abah Sarna kerap berjumpa Noni. Mereka akrab dan berpacaran selama satu bulan.

“Saya memang mencari calon istri yang lebih muda. Saat itu saya tanya suka dengan kakek-kakek seperti saya? Dia jawab suka setelah itu, dia tanya Abah mau kapan nikahi,” ucap Sarna.

Mendapatkan pertanyaan itu, Sarna tersenyum senang. Singkat cerita, Sarna akhirnya mendatangi orang tua Noni.

Setelah itu, Sarna dan Noni bersepakat menentukan hari pernikahan.

Tenyata pernikahannya tidak bertahan lama biduk rumah tangga dua sejoli diterpa prahara di mana pernikahan seumur jagung yaitu cuma 22 hari saja.

Belum genap satu bulan mereka menikah sudah, mereka menikah dan bercerai di bulan yang sama.

Si Abah melayangkan gugatan cerai dan perceraian mereka disaksikan kedua mempelai pada Jumat 23 Oktober 2020 yang silam.

Kakek ini kelawahan hadapi gadis cantik ini di malam pertama sampai minta cerai.

Pernikahan yang helat tersebut tidak tercatat di KUA sebab mereka melangsungkan pernikahan siri istilah dikenal dengan perkawinan lebeh sehingga proses perceraian tidak harus melalui kantor pengadilan agama setempat.

Proses perceraian hanya melalui surat dengan memberikan talak satu kepada sang istri.

Iyan Sueb kakak kandung mempelai memberikan keterangan bahwa yang meminta cerai adalah dari pihak keluarga Abah sendiri yang langsung memberika surat talak kepada adiknya tersebut.

Abah yang talak akhirnya istrinya harus ikut menandatangani surat cerai tersebut.

Menurut sang kakak si Abah menjatuhkan talak satu kepada Noni dikarekan ada pihak keluarga mempelai laki-laki yang tidak setuju atas pernikahan mereka.

Padahal diketahui anak Abah menyutujui pernikahan mereka.

“Katanya ada dari pihak Abah yang tidak setuju, jadi si Abah harus mentalak si Noni,” Tutur Sueb.

Lalu Noni membacakan surat pernyataan talak satu dari si Abah tidak menuntut apapun yang sudah saya berikan kepada si Noni. Dengan nada sedih.

Padahal di awal pernikah si Noni ingin memiliki momongan yang banyak dari si Abah. Teryata, tuhan berkehendak lain atas penikahan mereka tersebut.

Manusia memang hanya bisa berencana dan tuhan yang menentukan akhir cerita anak manusia tersebut.***

Lihat artikel aslinya di sini